The Giant Four Wheeler – Modifikasi Steyr Puch

Apa jadinya jika Steyr-Puch yang tadinya berpenampilan kecil menjelma menjadi sosok yang besar dan kokoh. Besar itu nikmat! Begitu semboyan yang diyakini Hadi Kusnadi yang kerap disapa Atung. Eh, yang besar itu apanya sih bos? “Itu loh, jip off-road dengan sosok raksasa dan kokoh. Tapi memiliki suspensi lentur dan mampu melibas segala medan.” Jelas Atung.

modifikasi offroad steyr puch
Steyr-Puch Haflinger

Memang hampir sebagian besar hasil kendaraan garapan Atung pasti berprofil besar. Terkadang malah dianggap terlalu besar jika turun ajang adventure. Tengok saja Toyota long chasis dengan gardan Unimog, CJ-7 yang digarap bermodel Hummer bergardan truk Reo dan ban 40”, serta Morris 4×4 dengan ban 36.

Steyr - Puch

Sehingga banyak peserta adventure jelas tidak rela bila jip andalannya jadi winching point. “Gila, salah-salah jip Mercy gue berubah jadi long chasis kalau dipakai winching point mobilnya Atung,” teriak Yuma Wiranatakusumah pada suatu ketika. Padahal perawakan Atung kecil. Jangan-jangan di tubuhnya nan imut mengalir darah Goliath…

Salah satunya karya yang terbilang baru adalah Steyr-Puch Haflinger dengan beberapa modifikasi yang dilakukan. “Seperti biasa untuk kaki-kaki saya lebih suka pakai gardan Unimog 404 karena kuat sekali. Selain itu girboks dan winch PTO-nya mencomot milik Panser,” papar Atung. Bisa terbayang betapa berat dan gedenya Steyr-Puch rombakan pria asal Bandung ini?

“Ah gede enggak masalah! Yang penting enak dinaiki,” yakinnya. Ketika dicoba di trek dengan kontur bergelombang jarak main suspensi koil spring rancangan Atung cukup fleksibel. Melintasi kontur tanah bergelombang tak jadi masalah. Termasuk tanjakan ekstrem.

Steyr Puch Haflinger

Posisi mesin berada di tengah dengan crawling ratio 100:1 yang dihasilkan dari girboks Panser kemudian dikombinasi transfercase Toyota FJ40 membuat four wheeler ini amat handal di tanjakan terjal.

Hebatnya lagi, meski tongkrongan mobil ini tinggi performa di jalan raya mampu mencapai kecepatan 100 km/jam dan stabil. “Ini berkat long arm 5 link yang dipasang pada suspensi depan-belakang,” cerocos Atung.

Sayangnya meski transmisinya sudah sangat low bahkan melebihi spek Toyota FJ40 milik Samuel jawara rock crawling asal Wonogiri (dengan crawling ratio 94:1), toh bila berlaga di ajang kompetisi rock crawling sesungguhnya malah kalah bersaing. Maklum, dimensi gede (lebar gardan 2m, wheelbase 2,6m). “Kesulitan kalau ketemu belokan yang patah-patah,” lirih ayah 5 anak ini.

Pun begitu, kelemahan itu tak membuat Atung putus asa. “Fokusnya memang bukan untuk rock crawling kok. Tapi ikut kompetisi adventure off-road,” kilah pria berusia 52 tahun. Lah, kalau ditolak peserta yang ikut gara-gara mobilnya kegedean dan takut merusak trek gimana dong? “Ya sudah. Jadi tim penolong saja. Narikin jim yang kepanter. Itu juga asyik,” gelak Atung.

Tanki cadangan berkapasitas 100 liter, dilindungi braket kokoh.

Tanki Tanki Bensin Cadangan Mobil Offroad
Tanki cadangan

Interior dalam terasa cukup lega. Mulai dari lantai hingga dasbor dilapisi pelat aluminium bordes. Sementara dua jok eks limbah di depan dilengkapi sabuk pengaman 4 titik bikinan Taiwan. “Mereknya lupa euy,” cengir Atung.
Tuas rem tangan lebih dari satu, berfungsi sebagai switch on-off differential locker.

Interior Mobil Offroad Steyr Puch
2 tuas rem tangan
Interior Mobil Offroad Steyr Puch
Interior luas

Mesin Steyr – Puch jelas enggak bakal sanggup mengusung bodi yang begitu sarat dengan beban. Makanya dipilih punya Toyota 2F. Selain cc-nya besar, mesin 2F punya torsi yang mencukupi. Tapi kondisi standarpun masih dirasa kurang. Makanya kem dipasang yang berdurasi 260 derajat. Piston yang dipakai ternyata sudah oversize 150 sehingga otomatis cc-nya juga bertambah. Sementara untuk pengapian, Atung lebih suka pakai platina. Biarpun perawatannya agak ribet tapi murah meriah. Pasokan bensin tetap disuplai dari karburator standar. Yang paling unik pemasangan mesin sengaja diletakkan di tengah. Dengan posisi radiator menghadap belakang (dibalik). Jarak dari ujung sasis belakang ke radiator sekitar 90 cm. “Ini jadi jip front wheel drive lho,” bisik Atung. Ah, aneh-aneh saja!

Mesin Modifikasi Offroad Steyr Puch
Posisi mesin di tengah

Gara-gara pemasangan mesin yang dibalik, gardan Mercedes Benz Unimog 404 yang sudah dilengkapi differential lock ini terpaksa ikut mengalami modifikasi.“Final gir arah putarnya disesuaikan dengan putaran girbok,” cerocos Atung. Makanya di dalam housing gardan di buat lubang baut baru menyesuaikan posisi final gir setelah dibalik. “Gardan depan posisinya tetap. Sedangkan pemasangan gardan belakang selain diputar juga dibalik,” lanjutnya. Oh..ya perbandingan final gir-nya 7,60:1.

Gardan Mercedes Benz Unimog 404
Gardan belakang diputar dan dibalik

Long arm 5 link dari pipa baja menjamin four wheelse milik Atung tetap stabil meski digeber hingga 100 km/jam.

Long Arm 5 Link Unimog
Long arm 5 link

Girbok Panser dikawinkan dengan transfercase Toyota FJ40. Hasilnya? Mobil bisa merayap sepelan kura-kura.

Girbox Panser Transfercase FJ40
Girbox Panser dam Transfercase Toyota FJ40

PTO Panser ini mampu menarik beban 20 ton. Makanya jangan kaget kalau banyak off-roader yang enggak rela jipnya jadi winching point. Seperti yang juga pernah dibilang Yuma W.

PTO Panser
PTO Panse 20 ton

Pelek Unimog 20×10 dibalut dengan ban Michelin 20×12,5×40 (depan) dan Dunlop 20×12,5×40 (belakang). Kalau dilihat dari kembangannya ban ini lebih enak dipakai main di tanah yang tak terlalu becek. Jika terpaksa ketemu batu rasanya jadi kurang maksimal.

pelek unimog
Pelek Unimog 20×10

Coil Spring depan ini diambil dari Unimog termasuk sokbrekernya, sementara untuk belakang per spiral dan sokbrekernya milik Mercy 4711. “Artikulasi bisa sampai 1.10 meter loh,” bangga Atung.

coil spring unimog
Coil spring Unimog

Rollcage 10 titik membuat Atung merasa aman mengemudikan Steyr-Puch nya. Seandainya terguling bodi mobil tak sampai penyok parah dan pengemudinya tetap selamat.
Coil Spring

Spesifikasi Teknis

Bodi: Steyr-Puch Haflinger Custom
Mesin: Tipe 2F 6 silinder segaris
Pison: OEM Toyota FJ40 oversize 150
Aki: 2 buah @120 Ampere (eks Panser)
Powersteering: Truk Hino
Girbok: Panser (Perbandingan gigi 1, 6,69:1)
Transfercase: OEM FJ40
Gardan: Mercedez-Benz Unimog 404 Portal
Final fear: 7,60:1
Locker: Differential Lock terpisah (depan-belakang), tuas penarik locker bikinan sendiri dari tuas hand rem Nissan.
Sokbreker: OEM Unimog (depan), per spiral Mercy 24 inch
Pelek: Unimog 20 x 10
Ban: Michelin 20×12.5×40 (depan), Dunlop 20×12,5×40
Rem: Master dan boosternya truk Rhino, tromol bawah modifikasi truk Fuso lama
Winch: PTO Panser 20 ton F.14 (belakang)
Jok: eks Singapura
Sabuk pengaman: bikinan Taiwan
Rollcage: 10 titik
Tangki bensin 100 liter
Bengkel: Dikerjakan sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *